Kamis, 21 Februari 2013

Lirik Lagu

Lirik Lagu Repvblik Sandiwara Cinta Lyrics

 
Intro : C D G
        Am C D
 
       G       Bm    Em
Aku tahu ini semua tak adil
D      Am      C     D
Aku tahu ini sudah terjadi
Bm          G      Bm        Em
Mau bilang apa aku pun tak sanggup
Bm                C        D
Air matapun tak lagi mau menetes
 
          G         D  Bm   Em
Alasan yang seringkali ku dengar
         C  Am         C     D
Alasan yang seringkali kau ucap
Bm            G      Bm     Em
Kau dengannya seakan ku tak tahu
  Bm      Am            C        D         G
Sandiwara apa yang tlah kau lakukan, kepadaku
             C  D           G
Jujurlah sayang aku tak mengapa
       B    D            G
Biar semua jelas tak berbeda
       C       D         Em
Jika nanti aku yang harus pergi
C     Am     D        G  D
Ku terima walau sakit hati
         G                 D  E
Mungkin ini jalan yang engkau mau
         Am             G       D
Mungkin ini jalan yang kau inginkan
Bm             G     Bm    Em
Kau dengannya seakan ku tak tahu
Bm        C    D         Am-Bm     D
Sandiwara apa, ceritanya apa, aku tahu
             C   D         G
Jujurlah sayang aku tak mengapa
       B     D           G
Biar semua jelas tak berbeda
      C        D        Em
Jika nanti aku yang harus pergi
C    Am     D         G
Ku terima walau sakit hati
 
Int : C D G
      Am D G
 
C                D         G
Jujurlah sayang aku tak mengapa
       Am     D         G
Biar semua jelas tak berbeda
  Am-C          D       Em
Jika nanti aku yang harus pergi
     Am     D         G
Ku terima walau sakit hati
     C      D         G
Ku terima walau sakit hati
 


Lirik Lagu dan Chord Gitar Judika Aku Yang Tersakiti

 

[intro] A# F Gm 2x
A#        F       Gm
Pernahkah kau merasa
Cm      G      F
Jarak antara kita
A#       F       Gm
Kini semakin terasa
Cm          G       F
Setelah kau kenal dia
A#     F       Gm
Aku tiada percaya
Cm      G        F
Teganya kau putuskan
A#       F       Gm
Indahnya cinta kita
Cm             G      F
Yang tak ingin ku akhiri
D#     F      D#    F
Kau pergi tinggalkanku
[chorus]
A#
Tak pernahkah kau sadari
Gm
Akulah yang kau sakiti
D#
Engkau pergi dengan janjimu
F
yang telah kau ingkari
A#
Oh Tuhan tolonglah aku
Gm
Hapuskan rasa cintaku
D#
Akupun ingin bahagia
F
Walau tak bersama dia
[solo] A# F Gm Cm G F 2x
Cm
Memang tak kan mudah
D#           A#      F    Gm
Bagiku tuk lupakan segalanya
D#         F
Aku pergi untuk dia
[chorus]
A#
Tak pernahkah kau sadari
Gm
Akulah yang kau sakiti
D#
Engkau pergi dengan janjimu
F
yang telah kau ingkari

A#
Oh Tuhan tolonglah aku
Gm
Hapuskan rasa cintaku
D#
Akupun ingin bahagia
F
Walau tak bersama dia
A# Gm D# F
Diaaa
A#
Oh Tuhan tolonglah aku
Gm
Hapuskan rasa cintaku
D#
Akupun ingin bahagia
F
Walau tak bersama dia
[outro] A# F Gm 2x


 


Makna Ulang Tahun

Sebagian orang memaknai hari ulang tahun dengan bertambahnya umur dan semakin dewasa, dan kebanyakan dari mereka merayakannya dengan cara berpesta dan menghabiskan uang untuk pesta yang kurang berguna contohnya saja berpesata dengan merubah suasana rumah/tempat menjadi seperti diskotik dan tersedianya minum minuman beralkohol.
Ya, memang semuanya itu sangat tidak perlu dan memang tidak perlu. Karena disuatu sisi ulang tahun itu bertambahnya umur kita sedangkan disisi lain ulang tahun juga sama dengan berkurangnya umur kita menuju ajal yang sudah ditentukan Yang Maha Kuasa, apakah anda mau merayakan berkurangnya umur anda menuju kematian dengan cara berpesta ditempat yang seperti diskotik ? dan minuman beralkohol dimana mana ? maukah anda merayakannya ?
Tentu tidak akan mau kalian semua merayakan berkurangnya umur anda dengan cara seperti itu, mungkin anda akan merayakannya dengan cara keagamaan seperti merayakan dipanti asuhan, tempat tempat yang beragama menurut agama kalian masing – masing.
Kebanyakan manusia sudah salah memaknai hari ulang tahun itu apa, padahal jika umur kita bertambah berarti kita semakin dekat dengan kematian yang ntah kapan terjadinya dan hanya Tuhan lah yang tau. Jika kita merayakan berkurangnya umur kita dengan hal yang tidak berguna tadi, itu sama saja kita ingin meninggal dengan berlumuran dosa.
Coba bayangkan jika kita merayakannya bersama anak-anak panti asuhan, pastinya anak-anak itu akan mendo’akan kita dan itu juga dapat berpengaruh terhadap kehidupa kita untuk menjadi lebih baik lagi dari pada sebelumnya. Dan begitu juga sebaliknya, jika kita merayakan dengan cara buruk apakah ada yang mendo’akan ? jika anak-anak yatim yang mendo’akan kita tentunya do’anya akan lebih cepat sampai kepada Tuhan Yang Maha Esa dibandingkan teman teman yang memberikan ucapan selamat kepada kita. Bukan berarti do’a teman temanmu tak berguna, tetapi do’a anak yatimlah yang lebih cepat didengar.
Saya selalu memaknai Hari ulang tahun itu adalah hari berkurangnya umur kita, dan setiap kali hari ulang tahun tiba saya selalu takut kapankah diriku ini dipanggil Yang Maha Kuasa, apakah satu tahun lagi ? satu bulan lagi ? satu minggu lagi ? atau bisa jadi satu detik lagi ? Ingatlah saudaraku, Tuhan itu punya kendali kapan saja untuk menggambil hambanya kembali. Jika anda menanyakan apakah bang dayat takut untuk menghadapi kematian ? Tentunya saya akan menjawab takut, karena saya belum siap untuk mati, karena diri saya ini masih dilumuri oleh dosa yang tak terhitung berapa banyak dosa yang saya buat.
Inget inget dosa nih, setiap manusia juga pasti pernah melakukan dosa, walaupun itu dosa kecil tetap saja dinamakan DOSA. Apalagi kita merayakan ulang tahun dengan cara seperti didiskotik tadi, wah tentunya semakin bertambah dosanya. Untung saja bukan saat itu juga arwah anda diambil, jika pada saat merayakan seperti itu nyawa kita diambil tentunya kita akan disiksa karena merayakan dengan cara setan.
“Jadi marilah saudaraku, kita merayakan ulang tahun dengan cara biasa biasa saja seperti sedekah keanak Yatim, dan kaum yang kurang mampu dari kita. Karena itulah cara yang benar untuk merayakan hari ulang tahun kita atau hari berkurangnya umur kita.Guna kita untuk hidup didunia ini adalah untuk selalu taat kepada Tuhan, ulang tahun itu seharusnya diisi oleh acara keagamaan dari pada membuang uang untuk membeli minuman keras, dan pesta seperti didiskotik.”
Didalam tulisan ini maknailah kata katanya, supaya kita bisa mengerti apasih gunanya ulang tahun dan apa makna ulang tahun itu, jangan sombong jika umur bertambah, karena itu juga sama dengan berkurangnya umur kita.
Terkadang jika umur kita bertambah, kita bisa jadi sombong dan merasa kita lah yang paling besar. Memang sih sebenarnya jika kita sudah dewasa adikan kita seharusnya menghormati kita, tetapi dalam pandangan saya banyak orang dewasa memanfaatkan anak anak, dan itu juga tidak baik karena dia merasa dirinya yang merasa besar dan hebat diantara mereka.
Dengarlah saudaraku, kita hidup didunia hanya sementara, seluruh harta yang ada pada kita hanyalah pinjaman dan bumi yang kita tinggali ini adalah tumpangan.

Siapa yang akan ulang tahun Minggu Ini?

1. Marsun, 11 Februari 1996. Kls XI TM.2
2. Bambang Supriyadi, 12 Februari 1997, Kls X. TM 3.
3. Sahroni, 14 Februari 1995, Kls XI TL. 3
4. Muhammad Soleh, 15 Februari 1996,Kls XI Ki
5. Supriyanto, 15 Februari 1997, Kls X TM 1
6. Haeruji, 16 Februari 1997, Kls X TL.1
7. Eka Muji S, 16 Februari 1995, Kls XII TM 2
8. Ahmad Haerulloh, 17 Februari 1995
9. Yohanes Pirhot BM, 18 Februari 1995, Kls XII TM 2.
10. Suryanto, 18 Februari 1994, Kls XI TM 3




Sudahkah Kita Dewasa


Tingkat kedewasaan seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan usianya. Mereka yang lebih tua belum tentu lebih dewasa. Lalu, bagaimana mengukur tingkat kedewasaan seseorang itu?
Betty sering sebel kalau teman-temannya komentar, “Kamu kok engga Dewasa gitu sih, ?atau nyokapnya juga pernah komentar, “Betty, kamu kan sudah gede, dewasa dikit dong!
Kita mungkin pernah menghadapi situasi seperti yang dialami Betty. Atau kita sendiri sudah bosan dikatakan anak-anak, ingin dianggap dewasa. Dibilang anak-anak ogah, dibilang dewasa juga masih bingung. Memang dewasa itu seperti apa?
Berikut ini ada beberapa aspek yang bisa dijadikan ukuran untuk menilai tingkat kedewasaan seseorang.
1. Intelektual
Secara intelektual, kita dikatakan dewasa dilihat dari kemampuan kita membentuk pendirian. Artinya, kita memiliki pendirian atau prinsip yang jelas sehingga tidak mudah terombang-ambing oleh situasi yang menuntut kita untuk bersikap. Namun, tetap memerhatikan pendapat orang lain meskipun tidak bersandar pada pendapat itu.
Kemampuan mengambil keputusan sendiri dengan tegas dan bebas berdasarkan buktu, alas an nyata, dan nasihat baik dari orang lain, serta bertanggung jawab dengan segala keputusan kita. Tidak binging jika ada masalah, tapi dianalisais sebab-sebabnya sehinga bisa dicari kemungkinan-kemungkinan penyelesaiannya.
2. Emosional
Secara emosional, kita dikatakan sebagi orang dewasa ditandai dengan kemampuan menerima emosi dan menguasainya secara wajar. Artinya, apapun emosi yang sedang kita alami, kita tetap dapat menguasai dan mengelolanya dengan baik. Tanpa dipengaruhi rasa takut dan gelisah. Kita bisa mengontrol emosi sehingga tidak merugikan orang lain. Oleh karena itu, pada dasarnya orang dewasa juga memiliki kecerdasan emosi yang cukup tinggi.
3. Social
Secara sosial , kedewasaan tampak dari keterbukaan terhadap orang lain. Sanggup membuat persahahabatn. Tidak bergantung pada siapapun, tapi bukan berarti kita tidak butuh orang lain. Kita dapat menyesuaikan diri dan hormat dengan hokum, kebiasaan, dan adat-istiadat masyarakat di mana pun kita berada.
4. Moral
Secara moral, kedewasaan berarti kesetiaan kita pada asas-asas moral dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pada umumnya semakin dewasa seseorang, akan semakin mementingkan orang lian dapripada diri sendiri.
5. Spiritual
Kedewasaan spiritual tamapak dari keyakinan yand tidak sempit. Kita mampu bergaul dan membina hubungan baik dengan orang-orang yang berbeda keyakinan dengan kita. Jika hal itu sudah tercapai, kita akan memiliki kemampuan mencintai orang lain tanpa batas batas agama, ras suku atau golongan.
Seseorang yang disebut dewasa tidak lantas meninggalkan segala bentuk keceriaan kegembiraan, dan kegairahan hidup? Orang dewasa tidak harus selalu bersikap serius. Adkalanya orang dewasa juga bersiakap jahil dan senang bercanda untuk memecahkan kebekuan atau menurunkan ketagangan.
Penghambat kedewasaan
Kedewasaan tidak selalu berkaita denga usia. Kadangkala ada orang yang umumna boleh dibilang tua, tapi sikapnya masih kekanak-kanakan, pengen menang sendiri, pemarah dan taidak mau kalah dan tidak mau kalah. Namun, ada yang sebaliknya meskipun usianya masih muda, dia mampu menjadi panutan teman-tamnnya.
Kedewasaan merupakan prosesn perkembangan kepribadian. Karena proses, jadi tidak bisa insta. Bukan hanya dengan berdandan ala orang dewasa menjaikan kita dewasa. Kedewasaan itu lebih kesikap kita alam menghadapi apapun. Seharusnya yang umurnya lebih banyak biasanya akan lebih dwasa karena telah mengalami banyak hal dalam hidup dan lebih banyak belajar dari pengalaman. Tapi kenyataan tidak selalu begitu, karena pendewasaan dalam prosesnya bisa mengalami kemajuan, mandek, bahkan mundur. Orang yang selalu belajar dari pengalaman dan suka instropeksi diri biasanya proses kedewasaannya makin maju. Artinya, makin hari ia makin tumbuh menjadi manusia yang lebih bijaksana. Sebaliknya orang cepat merasa puas sehingga marasa tidak perlu belajar lagi, menjada, tidak mau dikritik dan selalu lari dari masalah, akan mengalami hambata dalam proses pendewasan.
Latihan
Cirri paling mencolok orang yang tidak dewasa adalah egoism yang tinggi. Artinya selalu mementingkan diri sendiri tanpa melihat kepentingan orang lain. Jadi, latihan pertama untuk menjadi dwasa adalah berlatih untuk mengurangi sifat egois kita.
Latihan berikutna adalah belajar untuk menerima diri sendiri apa adanya. Pada dasarnya orang menjadi egois karena ia tidak mampu untuk menerima dirinya sendiri apa adanya. jadi, cobalah gali kekurangan dan eklebihan pada diri  kita. Terimalah apapun yang ada pada diri sendiri. Dengan menerima diri sendiri apa adanya, kita akan mempu bersikap terbuka pada orang lain. Mencintai semua yang ada dalam diri kita sendiri adalah dasar untuk dapat mencintai semua manusia. Jika kita mampu mencintai semua manusia apa adanya, itulah berarti kita talah sampai di “punca kedewasaan”!
Kuncinya adalah belajar… berlatih … belajra.. Dari pengalaman, Berlatih terus yah.
Referensi: Kompas, 1 April 2005
Buku Bimbingan & Konseling untuk SMA dan MA kelas XII, hl. 49. 


Selasa, 29 Januari 2013

Mading Edisi 28 Januari - 04 Februari 2013

Salam Redaksi

Assalamulakum Wr. Wb.
Sahabat pembaca, alhamdulillah kami bisa menyapa anda kembali dan semoga saja anda dalam keadaan sehat dan pastinya masih tetap semangat.
Setelah kami amati ternyata disekolah yang kita cintai ini banyak sekali kegiatan-kegiatan termasuk yang selalu diprogramkan atau di laksanaka oleh OSIS SMKN1 Puloampel. Namun sejalannya waktu tahun demi tahun sekolah kita tidak begitu pesat khususnya dibidang organisasi atau eskul sekolah. Seperti yang sering kita lihat. Rasanya biasa-biasa saja dari tahun ke tahun bahkan yang lebih mengeriskan adalah menurunnya minat siswa dalam mengikuti kegiatan ekstra kurikuler disekolah. Salah satunya eskul pramuka meskipun bapak pembina selalu hadir disekolah namun sayang sekali untuk anggota pramuka yang aktif sangat minim bahkan tidak ada yang hadir.
Ini salah siapa, atau apa yang harus evaluasi. Agar sekolah kita memiliki kegiatan yang bisa menjadikan sekolah lebih bermutu atau berkualitas serta eksis dalam kegiatan.
Dari 800 lebih siswa pastinya banyak yang memiliki minat dan bakat yang bisa dikembangkan. Namun mungkin semua itu masih dalam awang-awang untuk mewujudkan apa sesungguhnya yang mereka inginkan terhadap sekolah untuk berekspresi.
Padahal balajar tak mesti disekolah atau didalam kelas saja. Belajar bisa dimana saja bahkan tidak memandang usia. Maka belajarlah untuk mengembangkan bakat dan minatmu. Meskipun banyak pengorbanan yang kau keluarkan Kelak kan bermanfaat untuk masa depanmu.
Kurangilah bermain, lakukan layaknya seorang pelajar yang gemar membaca dan mencari pengetahuan baru.  

Editorial
Peringatan Maulid Nabi Saw.
Sahabat pembaca, tak terasa hari demi hari waktu demi waktu menghantarkan kita pada  bulan kelahiran Nabi yakni kita sering menyebutnya bulan Maulid (Rabi’ul Awal).
Pada bulan Maulid ini khususnya di daerah perkampungan atau pedesaan akan diwarnai dengan perayaan yang sangat megah.. Setiap kalangan berlomba-lomba untuk mempersembahkan yang terbaik. Entah itu dengan membuat bunga-buangaan atau panjang maulid, memperbanyak sedekah, mengadakan pengajian atau berjiarah pada kuburan keramat. Semoga saja hal itu tidak lupa pada esensi dari peringatan maulid tersebut. Yaitu untuk mengenang kembali kelahiran dan perjuangan Rasulullah saw. Serta suri tauladan yang ada pada diri Rasulullah sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 21 “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”.
”Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh”. (HR: Bukhari).


Kata Berlian:

· Jangan hamburkan kata-kata pada orang yang tidak suka pada anda, perbuatan akan lebih megesankan
· Jagan membaca hanya untuk mengetahui tetapi bacalah untuk mengerti
· Dapat dipercaya merupakan batu permata untuk pondasi watak yang baik
· Hal-hal yang besar bermula dari hal yag kecil