Jumat, 22 Februari 2013

Puisi

Hanya Doa
Hanya doa ku panjatkan
Tanpa mendekap rindu sunyi karna tanpamu
Bersama kata-kata ini
Ku sirami taman-taman bunga cintaku
Sampai akhirnya dapat menahan tangis
Tagis setelah ketiadaanmu disisihku
Terbentangnya waktu, melahirnkan sebuah tandatanya
Kapankah perpisahan berakhir
Aku ingin segera saja mengulang pertemuan saat pertama kali kita berjumpa dengan ceria karna begitu indah.
Secercah harapan terus ku ukir agar tak pernah terhapus dan memudar karna debu
Debu yang pernah membuat kita risau dan memisahkan kita.
Jika kau tak bisa hadir dalam nyata. Cukuplah datang meski dalam mimpi dan khayalku.
Karna itupun cukup membahagiakanku
Dan akupun hanya dapat berharap dan berdoa semoga kau tetap terjaga dalam lindungan-Nya.
Dan kau masih menjaga cintaku serta mengekalkan namaku dalam hatimu.
An-Nahl



Menjaga Cinta
Orang yang hidupnya sempurna adalah rang yang jatuh cinta dan bisa mencintai serta dicintai oleh orang lain. Kemudian timbul pertanyaan, sampai manakah cinta itu akan tetap bertahan. jawabannya adalah itu semua tergantung bagaimana cara kita dalam menjaganya . Apabila cinta itu kita terus pelihara dengan baik, maka cinta itu akan dengan sendirinya tumbuh subur, berkembang dan menjadi kuat. Cinta itu butuh pupuk untuk menyuburkannya. Cinta itu butuh perawatan untuk menjaganya dan cinta itu butuh perlindungan untuk keamanannya dan yang pasti cinta itu butuh kasih sayang untuk keromantisannya.
Begitu banyak rangkai atau kebutuhan cinta itu.
Bila kebutuhan itu telah kita persembahkan untuknya maka cinta itu tak pernah rapuh dan tak bisa memberi peluang untuk mencintai yang lain.
An-Nahl



Kau
Kau seperti mentari yang tak pernah hilang dan terbenam
Kaupun seperti rembulan yang tak pernah redup.
Kau yang pertama telah mengusik hati ini dari sedih, jenuh dan takut, berganti menjadi sejuta bahagia.
Aku seperti perahu karam jika kau tak memanggilku oleh cintamu.
Karna cintamu membangkitkanku dari lelap dan keputusasaanku.
Kau bangkitkan aku untuk semangat dan membuka mata hingga sanggup melihat indahnya warna-warni dunia.
Kau yang mengajarkanku untuk senantiasa tersenyum
Tersenyum yang begitu manis meski sedang menghadapi kehidupan yang begitu getir.
Bersama kau…
Kedamaian itu ada, namun apakah aku menentramkanmu?
Semoga harapan itu tak pernah pupus oleh waktu hingga ku gapai dan meraih serta mempertahankan cintaku untukmu tanpa terdiam.
Kau boleh menghilang dan pergi sesukamu bila aku tak bisa membuatmu bahagia
Asalkan kau tau keabadian cintaku adalah untukmu kasih.
An-Nahl


Mawar Merah
Mawar… bentukmu begitu indah
Warna merah menjadi cirri khasmu
Kau selalu digemari setiap orang
Keindahanmu sungguh menawan
Banyak kumbangn yang mendekatimu
Setiap kumbang pasti berkata “Kau begitu indah”
Mawar saat mekar banyak yang mengagumimu…
Tetapi saat kau layu tak seorangpun memandangmu…
Bolehkah aku memetikmu
Agar aku bisa menyentuh keindahanmu, lembutnya harum darimu…
Kau adalah lambing ketulusan cinta.
Mawar merah
Kuingin selalu melihatmu
Mekar dengan indah agar kau selalu dikagumi
Agar kau selalu terlihat indah
Dan selalu menghirup harummu…
Mawar merah…
Kuingin kau selalu ada dan tak pernah layu.

Karya: Elin Noviyati kls. X Ki

Merindukan Seseorang
Dimalam yang sunyi ini
Ku ditemani dengan bulan
Bulan itu begitu indah sinarnya
Tapi di balik sinar itu ada sesuatu yang kurang yaitu mengapa tidak ada bintang.
Dimana dia yang selalu temani bulan Ketika malam tiba
Seperti hatiku ini tak ada yang menemani Bulan merindukan bintang Akupun merindukan






seseorang…
Ku coba bertanya pada bulan
“Bulan dimanakah sosok lelaki yang aku sayangi saat ini?
Namun bulan hanya menjawab “Akupun sedang bingung, karena aku juga sedang merindukan bintang yag biasa menemani diriku…
Nasib kita sama bulan…
Kita sama-sama sedang merindukan seseorang…

Karya: Elin Noviyati kls. X Ki



Tidak ada komentar:

Posting Komentar