Senin, 02 November 2015

Ini Akibat Mengabaikan Buku

Zaman yang semakin canggih ini, kita memiliki budaya atau kebiasaan yang telah menjadi rahasia umum. Yakni apapun yang kita lakukan, apapun  yang kita cari dan apapun yang kita inginkan serba canggih menggunakan sistem elektronik, menggunakan energi listrik dan lain-lain. Termasuk mencari sumber informasi dan ilmu pengetahuan menggunakan elektronik.
Efeknya tentu ada yang positif atau negatif. Misalnya mencari tugas di google atau mencari menggunakan media gatget (gejet), i-pad, tablet, Handphone, android dan sebagainya. Memang terasa cepat dan efektif kita mendapatkan langsung apa  yang kita cari. Pengetahuan yang kita inginkan meskipun semua  itu kita harus mempunyai modal untuk memiliki dan membeli barang-barang berharga tersebut. Jika tidak punya uang atau modal maka jangan harap mendapatkan barang tersebut.
Menurut penulis alat elektronik tersebut akan menunjukkan rasa angkuh, sombong, dan malas karena selain dengan fungsinya bisa dijadikan sebagai gaya hidup (life style). Orang-orang masa kini terkadang menyalahgunakan alat-alat canggih tersebut. Dibandingkan memanfaatkan fungsinya dengan baik. Dan yang lebih parah adalah masyarakat kita mengabaikan buku. Entah itu buku bacaan, koran, majala dan lain sebagainya. Kita lebih senang dan beralih pada gatget, internet, handphone yang mudah dibawa dan dikantong atau barang elektronik canggih lainnya. Buku semakin ditinggalkan, perpustakaan sepi pengunjung. Padahal bila kit abaca, bila kita cintai, maka akan lebih fokus dibandingkan barang atau atau internet misalnya. Karena saat kita memubka internet banyak suguhan iklan dan informasi yang mengganggu dan belum tentu jelas atau akurat sumbernya.
Bila telah mengabaikan buku, maka otak anak-anak kita, generasi bangsa akan menjadi dangkal, miskin pengetahuan, tak bisa mengikuti jejak pendahulu dan tidak bisa belajar dari orang-orang yang ahli pada bidang masing-masing.
Buku lebih murah dan awet bahkan sebagai gudangnya ilmu dan informasi. Dapat diwariskan untuk anak cucu kita kelak bila membutuhkannya. Dunia telah membuktikan orang-orang sukses berawal dari membaca buku. Karena buku disusun atau dibuat oleh orang-orang yang ahli pada bidang yang dikuasainya. Sebaliknya orang-orang yang menulis dan membuat buku bisa sukses dan populer atau membumi. Maka teruslah lestarikan budaya literasi. Membaca dan menulis jadikan sebagai kesenangan dan ajang berbagi manfaat. Sekali lagi jangan abaikan buku. Jika bisa tekuni, geluti, cintailah buku maka takaan pernah rugi dan pasti bermanfaat dan sukses.*
Sebuah pandangan pribadi.
Bagaimana menurut anda?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar