Senin, 23 November 2015

Memaknai Kegagalan

Kegagalan adalah sebuah
situasi dimana kita tak dapat mewujudkan target. Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan, tak peduli berapapun usia, sebesar apapun kekayaan dan ilmunya, bagaimanapun kuatnya, dan lain sebagainya. Namun sesungguhnya kegagalan adalah pilar kesuksesan. Jadi jangan pernah takut gagal, namun belajar dan melakukan langkah-langkah yang lebih baik.



Selama ini kita mungkin memandang kegagalan sebagai fenomena yang buruk, sehingga kita ragu-ragu atau mundur karena takut mencoba meraih target yang lebih besar. Semua itu dikarenakan kita masih memiliki pemahaman yang rendah dalam menilai kegagalan.
Kini saat kita harus mengetahui bagaimana menghadapi kegagalan, sebab sikap kita dalam menghadapinya akan sangat menentukan tingkat kesuksesan. Orang-orang yang sukses dan berprestasi di dunia pernah gagal mungkin puluhan kali lebih sering dibandingkan kita. Mereka berhasil karena terus belajar dan mampu selalu bangkit dari kegagalan.
Sehingga kegagalan itu membuat mereka lebih berpengalaman. Pengalaman itu membuat mereka mendapatkan kebijaksanaan, ilmu, karakter sekaligus kekuatan. Oleh sebab itu kita harus mengetahui bagaimana menghadapi kegagalan, sebagaimana akan saya uraikan berikut ini, sehingga dapat menjadikannya (kegagalan) sebagai pilar kesuksesan dan bukan sebagai bayang-bayang menakutkan yang membuat kita trauma melangkah.
Kegagalan memang menjadi bagian hidup kita yang pahit, tetapi bukan berarti tertutup segala kemungkinan keadaan menjadi lebih baik di kemudian hari nanti. Pahamilah bahwa kegagalan hanyalah saat kita belum sukses. Oleh sebab itu segera bangun rasa percaya diri dan keberanian lagi untuk mencoba hal baru atau segera keluar dari zona nyaman. Kemudian mulailah berusaha mencoba mencapai target-target kecil dulu. Jika ada kemajuan, barulah terget dapat dikembangkan.
Jangan menganggap kegagalan itu sesuatu yang memalukan, namun jadikan semangat untuk mencoba sekali lagi walau hasilnya pun belum pasti. Jika kita terus mencoba, maka suatu saat kita akan menemukan cara terbaik dan tepat untuk mencapai target.
Pasti Anda pernah mendengar tentang perjuangan Thomas Alfa Edison sebelum menemukan bola lampu pijar. Ia mencoba ribuan cara agar tercipta hasil yang sempurna, tetapi ia selalu gagal. Namun kegagalan ribuan kali membuatnya menemukan 1 cara untuk menciptakan karya yang luar biasa dan hasilnya sekarang kita nikmati kehidupan malam yang terang benderang.
Gagal juga bukan berarti Anda tidak cakap, namun pertanda Anda memiliki keyakinan yang kuat. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa proses menuju sukses memakan waktu, tenaga, pikiran, modal, pengorbanan dan lain sebagainya. Pada awal usaha berdagang misalnya, mungkin kita tidak mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Tetapi jika Anda yakin pada target, lalu terus mencoba mempromosikan sambil memperbaiki kualitas produk dan pelayanan, tentu suatu saat Anda mencapai target yang Anda inginkan.
Kegagalan begitu sering disalah tafsirkan bahwa kita sudah kehilangan segalanya dan tidak lagi memiliki sesuatu yang cukup berharga. Padahal dari proses jatuh bangun karena menghadapi kegagalan itu sebenarnya kita mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman penting.
Bukankah untuk meraih keberhasilan itu membutuhkan ilmu dan pengalaman? Semakin banyak pengalaman gagal, seharusnya semakin tinggi pula kemampuan dan kepintaran kita mengelola sumberdaya yang ada di dalam diri kita maupun di dalam lingkungan untuk mencapai target dan keseimbangan hidup.
Kegagalan adalah pelajaran agar kita lebih bersyukur atas kehidupan yang kita miliki hari ini. Sebab kita tak akan pernah dapat mengubah masa lalu, juga tak akan dapat menentukan masa depan secara pasti. Jika kegagalan masih dapat membuat kita bersyukur masih mempunyai ‘hari ini’, maka kita akan memiliki kekuatan luar biasa untuk memulai langkah baru dengan penuh semangat.
Berpuluh tahun saya mengarungi hidup dan menggenggam dunia yang saya miliki sekarang ini membuat saya berkesimpulan bahwa mundur ke belakang karena takut gagal itulah kegagalan yang sesungguhnya. Jika kita terus mencoba dan tidak takut gagal, maka kegagalan itu justru akan menjadi pupuk yang menjadikan tanah lebih subur untuk menyemai benih modal dan usaha. Sehingga memungkinkan kita memanen keberhasilan dengan kualitas lebih baik dan seimbang komposisinya dalam segala aspek kehidupan.
Jadi berusahalah selalu memaknai kegagalan sebagai sesuatu yang positif dan penting. Sebab dengan begitu Anda akan mampu mencapai target lebih tinggi justru karena kegagalan-kegagalan yang sudah Anda ciptakan.
*Andrew Ho adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best
seller.Kunjungi websitenya di : www.andrewho-uol.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar