Senin, 02 November 2015

Sebab Orang Sulit Berkembang

Alhamdulillah. Segala puji hanyalah milik Alloh Swt. Semoga Alloh Yang Maha Menatap, senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah kepada kita sehingga kita selalu berada di jalan yang diridhoi-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Rosululloh Saw.
Saudaraku, sebagai manusia kita tentu selalu berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Kita sangat ingin iman kita semakin kuat, ibadah semakin meningkat, akhlak semakin indah. Kita pun ingin pekerjaan kita semakin baik, karir semakin cemerlang, bisnis semakin berkah. Semua ini adalah hal yang manusiawi dan memang Rasulullah Saw. mengajarkan kita untuk bisa tumbuh dan berkembang dalam kebaikan.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa membuat kita mengalami kesulitan untuk berkembang. Diantaranya adalah :
Pertama, merasa puas dengan apa yang ada pada dirinya padahal sama sekali tidak memadai untuk mensikapi persoalan yang terus berubah-ubah. Dalam bahasa lain bisa disebut merasa sudah pintar, merasa sudah cerdas sehingga gengsi untuk belajar lagi, menolak nasehat apalagi memintanya, malas menambah ilmu atau sekedar bertanya kepada orang lain untuk menambah wawasan.
Bahaya dari sikap ini adalah karena sikap ini bisa termasuk kepada kesombongan. Rosululloh Saw. bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada sebesar dzarrah dari kesombongan.”Salah seorang sahabat lantas bertanya, “Sesungguhnya seseorang senang jika bajunya bagus dan sandalnya baik?” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Indah dan senang dengan keindahan, Al-Kibru (sombong) adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)
Kedua, bergaul hanya dengan orang-orang yang kemampuannya di bawah dirinya. Sehingga ia selalu mendapat pujian, dan dia pun terjebak pada rasa senang dipuji. Kemudian, muncullah penyakit ujub di dalam hatinya, yait merasa bangga diri, merasa hebat.
Rasulullah Saw. bersabda dalam sebuah hadits, “Tiga hal yang membinasakan : Kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.” (HR. Thabrani)
Ketiga, dengki. Seorang pendengki saat melihat prestasi orang lain, maka yang muncul dalam hatinya adalah kebencian dan kebusukan hati. Padahal setiap kali melihat prestasi orang lain, sebenarnya itu adalah pemacu motivasi dari Alloh supaya kita bisa ber-fastabiqul khoirot, berkompetisi di dalam kebaikan.
Rasulullah Saw. bersabda, “Jauhilah oleh kalian iri dengki, karena ia akan memakan kebaikan-kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud)
Inilah beberapa kendala yang bisa membuat seseorang sulit untuk berkembang. Semoga Alloh Swt. selalu memberi kita petunjuk sehingga kita bisa terhindar dari penghalang-penghalang tadi, dan kita pun bisa menjadi pribadi yang semakin hari semakin berkualitas. []

Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.
Editor : Rashid Satari


Tidak ada komentar:

Posting Komentar