Selasa, 28 April 2015

Kesalahan Sederhana

Setiap orang tidak ingin disebut pribadi yang tidak baik apalagi jika kita seorang muslim. Seorang muslim layaknya memiliki pribadi dan akhlak yang baik patut dicontoh oleh orang lain. Namun pada kenyataannya masih banyak orang yang melanggar, dan tidak menyadari atas kesalahan-kesalahan yang kita perbuat meski kesalahan sepele dan sederhana karena bagaimanapun kebaikan yang kita lakukan efeknya kita bisa berpengaruh pada orang lain.
Contoh kesalahan sederhana telah tertulis himbauan atau peringatan disebuah ruangan “mohon alas kaki dilepas” tapi kita seperti disuruh untuk memakainya alias abai pada peringatan tersebut. Misalnya dimasjid di area wudhu memakai sandal/sepatu akhirnya lantai kotor dan menyusahkan penjaga masjid untuk membersihkan dan mengepelnya. Hal yang membuat hati miris adalah masih banyak yang memanfaatkan masjid atau mushalah hanya untuk sekedar buang air besar, mandi di toiletnya.  yang lebih parah setelah buang kotoran tidak disiram alias membiarkan begitu saja hingga mengira penjaga masjid yang jorok, padahal orang yang tidak menyiram atau membersihkan itu yang biadab. Hal ini bukan hanya ditoilet masjid tetapi kerap terjadi di toilet-toilet umum lainnya.
Masih bicara masjid, selain yang disebut kali ini kerap dilakukan yakni masjid digunakan hanya untuk istirahat dan tidur nyenyak bahkan ketika azdan berkumandang kita tetap tidur nyenyak sampe terdengar ngorok.
Islam mengajarkan keindahan, kebersihan dan kesehatan tapi kita yang ngaku islam Toh cuek, bahkan di beberapa tempat umum misalnya banyak warning atau himbauan “Buanglah sampah pada tempatnya”. “dilarang buang sampah sembarangan tempat”. Tapi apa yang kita lakukan? Meski di sebelah depan, kanan, kiri, terdapat tempat sampah malahan asal dan disengaja seenaknya kita berbuat. Katanya kita pengen sehat, pengen bersih dan indah, tapi kenapa kita gak menjaganya. Kita sering mengeluh bayar tagihan listrik dan air mahal tapi kiita sering membiarkan lampu rumah menyala disiang hari, membiarkan air keran mengalir dan terbuang. Kita boros dan tidak memperhatikan untuk hemat menggunakan air. Katanya air sangat penting dalam kehidupan manusia taoh kenapa kesadaran dalam kehati-hatian menggunakan air tidak ada.
Sudah tau bahaya api itu sangat besar tapi obsesi saat merayakan tahun baru di penjuru kota tetap menyalakan api. seperti kembang api, petasan yang akhirnya tidak sedikit menyulut kebakaran yang dapat menghanguskan harta benda bahkan nyawapun bisa melayang.
Kemudian kenapa kita selaku umat islam malah mengikuti dan melakukan budaya-budaya bukan islam seperti merayakan ulang tahun, memperingati hari valentine apalagi para remaja yang sedang subur-suburnya dengan gejolak cinta pasti selalu ingat dan merayakan ulang tahun kekasihnya, memberi hadiah coklat dihari valentine. Tapi kadang-kadang hari lahir orang tua sendiri lupa bahkan tidak tahu. Padahal jika memang kita berjiwa kasih sayang, maka cintailah sayangilah orang tua kita terlebih dahulu seperti pesan rasulullah saw bahwa orang pertama yang patut dihargai, dihormati disayangi yakni ibu,ayah atau orang tua kita.
Setiap orang tentu menginginkan kehidupan yang bercukupan hidup pas-pasan setiap apa yang kita beli, apa yang kita inginkan pas ada, namun kita hanya bisa , mengeluh, mencela, menyesal atas diri kita sendiri kenapa kita dilahirkan sebagai orang yang tidak mampu  atau dilingkungan yang kumuh dsb. Bahkan tak sedikit manusia yang menyerah dan frustasi tidak kuat mengalami hidup karna hempitan ekonomi yang minim akhirnya bunuh diri, atau nekat berbuat yang dilarang oleh Allah dan rasulnya seperti mencuri, merampok, korupsi, riba dsb.  Yang mengharapkan hidup mewah serba kecukupan secara instan meski jalan yang di tempuh tidak lurus atau jalan yang tidak benar.
Sebuah semboyan harus kita aplikasikan yakni “buat tiga kebaikan dalam satu hari” jangan buat tiga kesalahan setiap hari. Islam telah mengatur atau memiliki aturan mainya mana petunjuk untuk hidup lurus dan tidak mengkol dari jalan yang sudah ada, Allah tidak akan merubah seseorang kecuali dari kita sendiri yang merubahnya. Maka jangan anggap sepele kesalahan yang sering kita lakukan meski sederhana dan sepele  akhirnya semoga diri kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik. Amin.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar