Kamis, 23 April 2015

Puisi

Satu Detik Yang Sama Atau Berbeda

Berjalannya waktu membuktikan segala
laku manusia
Dibumi, bertebaran mencari apa mereka mau
Kau disini duduk membca buku
Sedang sahabatmu yang lain ada pula yang nongkrong
Menanti sore saat pagi dan menanti pagi disaat sore
Menghabiskan waktu dengan kesia-siaan

Begitu pula  saat esok hari datang mengusik kabut malam
Disambut oleh keramaian kokok ayam dan menyaksikan
Semua amalan insan di alam pencipta jagat raya
Sesungguhnya ia akan mendapat apa yang ia usahakan
Dan apa yang ia niatkan

Kau berbekal pena sebagai pelajar
Kau bersenjata cangkul dimedan pertanian
Kau selipkan pistol dalam ikat pinggang sebagai seorang tentara
Sesungguhnya amat beragam usaha dan pekerjaanamu
Supaya saling mencukupi dan memenuhi kebutuhan saya, Kamu, kita dan kalian

Hari ini pada detik yang sama namun berbeda makna
Ada yang sukses,, ada yang berprestasi, ada yang berbahagia
Ada yang gagal, ada yang merugi, ada yang bodoh, ada yang kufur
Ada yang meraup hidayah, ada yang terhayut oleh kemunafikan
Dan ada yang hanya kesia-siaan semata
Maka dimanakah saat ini kau berada?

Seraya malaikat mencatat apa yang kau ucap
Apa yang kau niatkan dan apa yang kau amalkan
Baguskah, burukkah dan Ridhakah menurut-Nya.
Semua itu ada padamu kawan, ada pada
Detik-detik yang kau jalankan dalam hidupmu


Alun-Alun Kota

Sore itu cerah membasah
Udara hangat membuat keluarga beramai
Berjalan-jalan di lapang duduk-duduk
Sambil memomong anak
Halaman beranda, sepanjang trotoar

Dan sudut-sudut lapangan dipenuhi para pedagang
Berusaha mengaih keuntungan tuk mencari nafkah
Walau serba risau saat satpol PP mengamankan
Pohon asam berbuah pisang
Jalan panjang menjadi taman indah oleh pot-pot bunga
Serba ada walau sederhana, walau tak ada

Sepanjang masa
Tanah lapang itu
Suka akan permainan bola dan olahraga
Sampai acara kota yang besar nan megah
Juga sebagai lambang dan lahan ternguak
Setiap daerah atau kota
Terkadang tanah lapang itu Kaya akan kegiatan bermakna

Namun terkadang pula kaya akan ladang kemaksiatan
Semua itu tertanggung oleh pejabat kota
Yang mengonsep bagaimana baiknya untuk warga
Biarkanlah tanah itu bebas
Jangan di jajah, dan jangan diminta
Biarkan untuk warga dan kepentingan
Kita bersama
Entah apa yang tersisa sekarang

Besar mana, kecilmana persentase
Antara bermanfaat dan madharatnya
Kau yang disana yang Nampak
Kau pakai untuk apa?
Semoga menjadi serba makna
Untuk kemaslahatan kita bersama.*An-Nahl










Tidak ada komentar:

Posting Komentar